Senin, 19 Desember 2011

Bagi yang Berniat Die-Eat! ;)

Sarapan (7.00)
1 Omelet telur atau telur rebus
2 potong roti gandum utuh/ 1 cup oatmeal

Snack Pagi: (10.00)
1 buah apel/jeruk/pir

Makan Siang (13.00)
1 ons dada ayam/ikan/daging sapi utuh
1 cup nasi coklat (brown rice)/ nasi merah
1 cup sayuran

Snack Siang (16.00)
1 potong roti gandum utuh/ ½ cup oatmeal
1 potong ikan/daging panggang

Makan Malam: (19.00)
1 ons dada ayam/ikan/daging sapi utuh
1 cup sayuran

Sebelum Tidur (21.00)
Susu Tinggi Protein rendah lemak dan gula

Minggu, 18 Desember 2011

Keluarga Slamet Rahardjo

Sebuah keluarga yang telah membesarkanku, tentunya dengan kasih dan sayang yang tak kurang dari keluargaku sendiri. Ya, dari bayi sampai kelas 6 SD aku tinggal di keluarga ini. Jujur, aku merasa sangat bersyukur karena pernah menjadi bagian dari mereka. Sebuah keluarga yang harmonis, yang indah, dan membuat orang merasa nyaman disananya.

Ada Pak Slamet Raharjo, aku panggil Mbah Bok, seorang bapak yang sangat baik hati, sekali lagi, sangat. Beliau adalah orang ter-baik yang pernah aku temui di dunia ini. Tak ada pernah terbesit sedikitpun rasa dendam, iri, dengki, marah, yang beliau miliki. Justru perasaan ikhlas dan rela berkorbanlah yang selalu ada dalam hatinya. Dia kakekku :") meskipun bukan kakek kandung, tapi sampai kapanpu dia adalah kakekku, kakekku.
Dulu semasa aku TK, tiap sore aku diajaknya keliling kampung dengan sepeda motor Honda 800-nya. Diajaknya aku menuju gerbang perumahan dekat rel kereta api, menanti ayahku pulang kerja :" Aku masih ingat betul bagaimana suasana sore saat itu. Sinar matahari yang berwarna orange, suara kereta api yang lewat bergantian, dan juga tangannya yang kasar memangku tubuhku diatas sepeda motornya. Begitu melihat ayahku datang, Ia segera melepaskan tubuhku, membiarkanku berlari memeluk ayah kemudian Ia mengendarai motor hondanya pulang ke rumah.
"Tuntas sudah tugasku menjaganya hari ini."
Mungkin itulah kata yang Ia ucapkan dalam hatinya. Dan esok harinya, Ia melakukan hal yang sama tiap petang, untuk keesokan harinya, keesokan harinya, dan selalu seperti itu..........

Itu tadi sekilas tentang Mbah Bokku.
Mbah Bok yang terlihat dingin, namun baik hati..
Mbah Bok yang sendirian, semenjak kepergian Mbah Uti..
Mbah Bok yang sangat menyayangiku, dan aku pun sangat menyayanginya..
Mbah Bok, kakekku..

"Ya Allah, bahagiakanlah mbah bokku. Sayangi ia sebagaimana ia menyayangiku Ya Allah.. Jangan biarkan ia merasa kesepian, bersedih.. Buatlah ia bahagia Ya Allah, jagalah ia, dan ampunilah segala dosa-dosanya. Ya Allah, aku sangat menyayangi mbah bok.. Jangan biarkan ia bersedih."

Testing

Dulu jaman SD-SMP, rajin banget nulis diary. Hampir tiap hari semua yang terjadi di hari itu aku tulis lengkap, kap, kap, kap.
Well, mungkin ini bisa jadi diary baruku. Sengaja ngga aku publish biar ga banyak orang yang tau hohoho :v